Sunday, July 31, 2011

kekuatan yg ku cari...

Hadirnya tnpa ku sedari..
Cinta seorang insan yang ku panggil sahabat..
Namun..
Cinta yang wujud, melalui fitrah alam antara sesama manusia..

Inikah nama nya cinta?
Hatiku tertaut.. tapi ku masih menyedari..
Hatinya bukan untukku..
Luka yg diberi.. Kasih yang ku bls..
Sampai bila ku takkan dapat ungkapkan rindu ini kerana luka yg sama akan kudapati di pengakhirannya..
Ya Allah berikanlah hambaMu ini penunjuk..

Dirimu yang telah pergi..
Bertemu insan yg lain..
Harusku redhai.. kerana ku masih seorang hambaNya
Namun mengapa x mampu ku relai pemergian kenangan itu..

Saatku terjatuh..apa yg ku perlu hnye sehulur tangan ku disambut..
Sambutan yg penuh kejujuran..
Bimbingan yg penuh menuju alam yg kekal abadi..
Saatku berduka..sekeping ucapan smgt..untukku berhenti mengalirkan air mata..
Saatku lemah dn tidak berdaya..hnya sokongn bhwku sedang mencuba sedaya upayaku bertahan dgn dugaan Ilahi..

Bibirku jauh dr lafaznya..bahawa benr ku ingin mu bhgia..
Walau tnpaku bersamanya..
Persahabatan yg pernah kita ukhwahkan.. mngpa ia perlu terhenti..

Mungkin ku tidaklah seindah ainul mardhiah..
Dn ku jua tidak sekental fatimah az-zahrah..
Tidak sekaya Saidatina Khadijah..
tidak setabah maryam berlari anak antara safa dan marwah..

Namun kupunya sekeping hati yg rapuh untuk dilindungi..
Sekeping hati yg mudah dikecewakan berkali-kali..
Hidayah yg ku pohon agar ia sentiasa teguh di banting ombak yg kencang..

Tuhan..layarkanlah diriku menemuiMu..
Berikan daku secebis keinsafan..
Agar cinta yg ku perlu hanya cintaMu..
Damaikanlah hatiku dgn perpisahan ini..
Kerana waktu untuk luka itu pulih takkan dpt ku hitung...

Ya Allah...smg tangisan yg senantiasa mnjadi penemanku..
Beriku ketenangan..
Moga kalam-kalam suci menjadi hiburan terindahku..

Hanya pertemuan di akhir nnti, alam kekal abadi.. tkdirku bersamanya..

Saturday, July 23, 2011

Masuk Syurga Hanya Kerana Sehelai Bulu Mata

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. “Tidak! Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.” “Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa,” jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri.
Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, “Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu.” “Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat. Tiba-tiba mata hamba Allah tersebut bicara, “Saya yang memandangi.” Disusul oleh telinga, “Saya yang mendengarkan.” Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium.”

Bibir mengaku, “Saya yang merayu.” Lidah menambah, “Saya yang mengisap.” Tangan meneruskan, “Saya yang meraba dan meramas.” Kaki menyusul, “Saya yang dipakai lari ketika diketahui orang akan maksiat tersebut.”"Nah! Kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu”, ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dihumbankan ke dalam Neraka Jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, tiba-tiba terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya: “Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”

“Silakan”, kata malaikat. “Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahawa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahawa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan dihantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga: “Lihatlah, Hamba Allah ini masuk surga kerana pertolongan sehelai bulu mata.”

* Taubatlah dengan sebenar-benar taubat yang penuh penyesalan dan keikhlasan sebelum terlambat.. Allah itu Maha Pengampun..

Saturday, May 28, 2011

hambaMu...

HambaMu – Mawi ft. Akhil Hayy

Ke arah satu perjalanan
Dalam sebuah kehidupan
Demi untuk mengecapi
Hasrat murni di dalam hati

Usaha dengan doa
Masanya akan tiba
Dengan restu Illahi
Kelak pasti akan ditemui


Suluhkan cahaya di hati terang (Allah)
Tunjukkan jalan seandainya hilang (Allah)
Tegakkan perjalanan yang bakal ditempuh
Tegakkan semangat bila runtuh
Setibanya di sisiMu ku berserah
Terimalahku hambaMu Allah
HambaMu Allah

Sekiranya takdir menguji
Cekalkanlah hasrat di hati
Semoga kesusahan bisa
Mengajar erti terus asa

Usaha dengan doa
Masanya akan tiba
Dengan restu Illahi
Kelak pasti akan ditemui


Suluhkan cahaya di hati terang (Allah)
Tunjukkan jalan seandainya hilang (Allah)
Tegakkan perjalanan yang bakal ditempuh
Tegakkan semangat bila runtuh
Setibanya di sisiMu ku berserah
Terimalahku hambaMu Allah
Dengan restu Illahi
Kelak pasti akan ditemui

Suluhkan cahaya di hati terang (Allah)
Tunjukkan jalan seandainya hilang (Allah)
Tegakkan perjalanan yang bakal ditempuh
Tegakkan semangat bila runtuh
Setibanya di sisiMu ku berserah
Terimalahku hambaMu Allah
HambaMu Allah
HambaMu Allah

Sunday, May 22, 2011

hanya padaMu ku memohon....

hari ini.. detik ini... diriku sudah tak terdaya lagi untuk berbuat apa-apa...
ku tidak mengetahui apa yang patut dilakukan....
kenapa air mata ini mengalir laju...
di depan mereka ku membohongi diriku bahawa ku gembira..
Ya Allah.. berilah daku petunjukMu...
hanya diriMu yang berhak menentukan segalanya...
berilah ku petunjuk.. apa yang perlu diperbuat lagi oleh hambaMu ini....
ya Allah...hanya padaMu ku memohon..dn pasrah...
ku tahu masaku telah hampir...
ku tahu mungkin tiada lagi sinaran bulan mmpu ku lihat..
jawapan kepada persoalan hati masih tiada jawapannya..
apakah mungkin Kau telah memberinya dn ku tidak menyedarinya...
sebelum ku pergi..
izinku melihatnya..walau hanya dari kejauhan...
cinta dn kasihMu menyeliputi apa yang ada di langit dan di bumi..
perkenankanlah permintaanku..
izinku coretkan kisahku ibarat kisah Nur Amina dan Adam...
walau hanya sebentar..sedetik lebih..
andai masa.. waktu..tidak memberiku kesempatan...
berilah dirinya kebahagiaan...
agar dptku lihat dr atas sana...
mungkin kisahku selama ini hanyalah khayalan semata...
namun itulah saat ku syukuri dn ku kenang sehingga akhir nafas...
tapi ku redha.. redha andai itu yang terbaik untuk diri ini.....
selamat malam sayangku...

Monday, May 16, 2011

Izinkanku Merasa Kebahagiaan Itu.....

Ayushita- Tuhan Berikan Aku Cinta

Walau aku senyum bukan berarti
Aku selalu bahagia dalam hari
Ada yang tak ada di hati ini
Di jiwa ini hampa

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina

Tuhan berikanlah aku cinta
Untuk temaniku dalam sepi
Tangkap aku dalam terang-Mu
Biarkanlah aku punya cinta
Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina

Tuhan berikanlah aku cinta
Untuk temaniku dalam sepi
Tangkap aku dalam terang-Mu
Biarkanlah aku punya cinta
Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta

Thursday, April 7, 2011

detik...saat...waktu...mungkinkah terhenti...



Terhenti Di Sini oleh Asfan
Sedangku membaca wajahmu
Senyumanmu menggambarkan sesuatu
Jika kau fahami isi hatiku
Ku tak ingin waktu henti tanpamu

Dirimu menyalahkan sebuah erti
Tapi diriku masih terhenti di sini
Dan jalanku masih belum dapat ku pasti
Namun diriku masih terhenti di sini

Andai kau dapat memahami
Bahawa ku menangung semua ini
Bukan niatku ingin kau pergi
kerna ku masih terhenti di sini

Dirimu menyalahkan sebuah erti
Tapi diriku masih terhenti di sini
Dan jalanku masih belum dapat ku pasti
Namun diriku masih terhenti di sini

Tiada daya untuk ku lakukannya
Kau tiba, di waktu ku masih punyai cinta
Tiada daya untuk ku lakukannya
Kau tiba, di waktu ku masih punyai cinta

Dirimu menyalahkan sebuah erti
Tapi diriku masih terhenti di sini
Dan jalanku masih belum dapat ku pasti
Namun diriku masih terhenti di sini

Tiada daya untuk ku lakukannya
Kau tiba, di waktu ku masih punyai cinta
Tiada daya untuk ku lakukannya
Kau tiba, di waktu ku masih punyai cinta

Sunday, March 20, 2011

Lost..






Faizal Tahir- Hanyut...

Harus bagaimana lagi
Dan terus begini
Dengarkan aku
Lihat ke mataku

Cukup sudah kau menghukum
Salahku tetap salahku
Benarkan ku berbicara
Agar bisa pulih semua

Namun harus sampai bila
Kau kan diam seribu bahasa

Chorus
Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Fahamilah ku tak mampu terus tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Saat mata terpejam
Hanya kau ku terbayang
Menghapus semua segala rasa di jiwaku

Saat mata terbuka
Kamulah yang pertama
Tak mampu aku
Bayangkan
Hidup tanpa dirimu

Ulang Chorus


--Haruskah diri ini melangkah pergi..
--Haruskah diri ini berupaya untuk melangkah lagi..
--Haruskah tangisan ini berhenti di sini..
--Haruskah ku memulakan langkah untuk menutup cerita yg lama..
--Haruskah ku teguhkan hati melupakan segalanya..
--Haruskahku menerimanya setekad hati..

Ya Allah..diri hambamu ini hanyalah kerdil dibanding alam yg tersergam indah..
Andai ini takdirmu..mengapa berat untukku membuka lembaran yang baru..
Masihkah tersisa...Kenangan itu..Kegembiraan itu...Kebahagiaan itu..
Ataukah ia hanya khilaf..Khilaf hambaMu yang lemah dengan nafsu dunia..
Berikan ku sinarMu ya Allah..
Teguhkan ku dgn imanku..
Cekalkan hatiku menghadapi dunia..
Kesakitan yang Kau berikan.. izinkanku hadapinya dengan penuh kesabaran..
Kebahagiaan insan-insan di sekelilingku..
Mungkin itu yang terbaik..
Hanya itu doaku selama ini..
Kudratku..Teguhkanlah..demi impian ibuku...